Mahasiswa Magister PAI UIN Sunan Kalijaga Ikuti Tarbiyah International Student Mobility 2026

Yogyakarta, Mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (S2 PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta turut berpartisipasi dalam Tarbiyah International Student Mobility 2026 yang diselenggarakan FITK UIN Sunan Kalijaga pada 15–22 Mei 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan akademik, pengalaman lintas budaya, serta jejaring internasional mahasiswa.Kegiatan yang berlangsung di Singapura, Malaysia, dan Thailand tersebut melibatkan mahasiswa terpilih dari berbagai program studi di lingkungan FITK. Dari Program Studi Magister PAI, peserta yang tercatat dalam kegiatan ini adalah Salsabila Nur Imatul Adzillah, Firly Nazilah Putri, Diaz Astiza, dan Liza Jauhar.

Rangkaian kegiatan dirancang tidak hanya sebagai mobilitas akademik, tetapi juga sebagai ruang penguatan kompetensi mahasiswa melalui International Joint Conference, Academic Visit, dan International Community Service. Di Malaysia, delegasi FITK mengikuti kegiatan akademik di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) dan melakukan Academic Visit ke Sekolah Seri Budiman. Sementara itu, kegiatan pengabdian internasional dilaksanakan di Sasna Suksa School, Pattani, Thailand.

Dalam International Joint Seminar di UPSI, mahasiswa dan dosen delegasi memperoleh wawasan mengenai perkembangan pendidikan di kawasan Asia Tenggara sekaligus memperoleh kesempatan mempresentasikan hasil riset dan artikel ilmiah pada forum akademik internasional. Kegiatan tersebut juga memperkuat jejaring kelembagaan dan membuka peluang pengembangan kerja sama dalam bidang riset dan publikasi ilmiah.

Pengalaman akademik kemudian diperkuat melalui Academic Visit di Sekolah Seri Budiman, Malaysia. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung praktik pengelolaan pendidikan dan pembelajaran di Malaysia serta melakukan pertukaran gagasan dengan pendidik dan peserta didik setempat. Pengalaman ini memberikan perspektif komparatif bagi mahasiswa dalam memahami praktik pendidikan pada konteks yang berbeda.

Sementara itu, melalui International Community Service di Sasna Suksa School, Pattani, Thailand, mahasiswa terlibat dalam interaksi edukatif dan berbagi pengalaman keilmuan dengan siswa serta tenaga pendidik. Kegiatan tersebut menjadi sarana penerapan ilmu pengetahuan sekaligus penguatan kepekaan sosial dan kemampuan kolaborasi lintas budaya.

Bagi mahasiswa Magister PAI, keterlibatan dalam program ini menjadi pengalaman penting dalam memperluas perspektif pendidikan Islam dalam konteks global. Interaksi langsung dengan akademisi, pendidik, dan masyarakat internasional juga turut mendorong pengembangan kemampuan komunikasi lintas budaya serta penggunaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris dan Arab.

Ketua Program Studi Magister PAI, Dr. Dwi Ratnasari, S.Ag., M.Ag., menyampaikan bahwa program mobilitas internasional diharapkan menjadi bagian dari pengembangan program yang berkelanjutan untuk memperkuat kualitas akademik dan jejaring internasional mahasiswa.

Tarbiyah International Student Mobility 2026 sekaligus menegaskan komitmen FITK UIN Sunan Kalijaga dalam menyiapkan mahasiswa yang memiliki wawasan global, kemampuan adaptif, pengalaman lintas budaya, serta kesiapan berkontribusi dalam pengembangan pendidikan. Program ini juga diharapkan mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan karya ilmiah, memperluas jejaring keilmuan global, dan membangun kolaborasi internasional yang berkelanjutan.

Bagi Program Studi Magister PAI, pengalaman internasional tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan keilmuan, tetapi juga pada internasionalisasi, kolaborasi, riset, publikasi, dan pengabdian masyarakat lintas negara.