Merajut Kerjasama Internasional: Mahasiswa Magister PAI Berbagi Wawasan dalam Program Field Study di University of Malaya, Malaysia
Dengan semangat untuk menjelajahi cakrawala ilmu keagamaan yang lebih luas, mahasiswa program Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) dari UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, melangkah ke panggung internasional. Sebuah perjalanan berharga dan inspiratif dimulai ketika mereka menapaki tanah Universiti of Malaya (UM), Malaysia. Dalam upaya menggali pengalaman yang melampaui batas kelas, para mahasiswa ini menjalankan program field study yang menawarkan lebih dari sekadar pemahaman akademis.
Para mahasiswa program Magister PAI dari UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, mendapatkan pengalaman yang mendalam dalam Field Study Internasional di UM, Malaysia. Field Study tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan praktis dari lapangan, melainkan juga menjadi bagian penting dalam pengembangan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan personal para mahasiswa magister PAI.
Program Field Study ini berlangsung selama lima hari, mulai dari Minggu, 9 Juli hingga Kamis, 13 Juli 2023, di UM Malaysia. Selama periode tersebut, mahasiswa magister PAI tidak hanya menghadiri konferensi internasional yang membahas pendidikan agama Islam dari berbagai sudut pandang, tetapi juga berkolaborasi dalam presentasi gagasan mereka di hadapan para mahasiswa, dosen, dan tenaga pendidik UM, Malaysia.
Dengan partisipasi dua belas mahasiswa dan satu dosen pendamping dari program magister PAI, kegiatan ini memberikan wawasan mendalam tentang pendidikan agama Islam di Indonesia dan Malaysia. Mahasiswa yang mengikuti program field studi di level internasional di antaranya adalah Hukma Fikria Adira, Ahmad Ashshiddiqie Pridar, Fithriyyah, Ratu Bilis Assyifa, Clara Yunianti, Aprilia Ajeng Pertiwi, Nur Haliza Goli, Ferika Aulia Marwadi, Demas Mahardhika Fauzi Ramadhan, Miftahul Ihsan, Rina Melati, dan Faizah Naily. Sementara dosen pendamping tersebut, yakni Dr. H. Sabarudin, M. Si.
Ada banyak manfaat yang diperoleh dari program field study internasional ini. Di antaranya adalah memberikan pengalaman langsung di lapangan yang menguatkan mahasiswa mengenai pemahaman teoritis dengan pengalaman praktis dalam konteks internasional. Program ini juga dapat memperluas wawasan mahasiswa terhadap budaya, kearifan lokal, dan keragaman multikultural, serta mengasah kemampuan adaptasi dalam konteks lintas budaya. Di samping hal tersebut manfaat lain yang diperoleh yakni mendorong kolaborasi antar-mahasiswa dari berbagai negara atau universitas dan memperluas jaringan profesional dan budaya yang dapat bermanfaat di masa depan.
Dengan semangat untuk menjelajahi cakrawala ilmu keagamaan yang lebih luas, mahasiswa program Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) dari UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, melangkah ke panggung internasional. Sebuah perjalanan berharga dan inspiratif dimulai ketika mereka menapaki tanah Universiti of Malaya (UM), Malaysia. Dalam upaya menggali pengalaman yang melampaui batas kelas, para mahasiswa ini menjalankan program field study yang menawarkan lebih dari sekadar pemahaman akademis.
Para mahasiswa program Magister PAI dari UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, mendapatkan pengalaman yang mendalam dalam Field Study Internasional di UM, Malaysia. Field Study tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan praktis dari lapangan, melainkan juga menjadi bagian penting dalam pengembangan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan personal para mahasiswa magister PAI.
Program Field Study ini berlangsung selama lima hari, mulai dari Minggu, 9 Juli hingga Kamis, 13 Juli 2023, di UM Malaysia. Selama periode tersebut, mahasiswa magister PAI tidak hanya menghadiri konferensi internasional yang membahas pendidikan agama Islam dari berbagai sudut pandang, tetapi juga berkolaborasi dalam presentasi gagasan mereka di hadapan para mahasiswa, dosen, dan tenaga pendidik UM, Malaysia.
Dengan partisipasi dua belas mahasiswa dan satu dosen pendamping dari program magister PAI, kegiatan ini memberikan wawasan mendalam tentang pendidikan agama Islam di Indonesia dan Malaysia. Mahasiswa yang mengikuti program field studi di level internasional di antaranya adalah Hukma Fikria Adira, Ahmad Ashshiddiqie Pridar, Fithriyyah, Ratu Bilis Assyifa, Clara Yunianti, Aprilia Ajeng Pertiwi, Nur Haliza Goli, Ferika Aulia Marwadi, Demas Mahardhika Fauzi Ramadhan, Miftahul Ihsan, Rina Melati, dan Faizah Naily. Sementara dosen pendamping tersebut, yakni Dr. H. Sabarudin, M. Si.
Ada banyak manfaat yang diperoleh dari program field study internasional ini. Di antaranya adalah memberikan pengalaman langsung di lapangan yang menguatkan mahasiswa mengenai pemahaman teoritis dengan pengalaman praktis dalam konteks internasional. Program ini juga dapat memperluas wawasan mahasiswa terhadap budaya, kearifan lokal, dan keragaman multikultural, serta mengasah kemampuan adaptasi dalam konteks lintas budaya. Di samping hal tersebut manfaat lain yang diperoleh yakni mendorong kolaborasi antar-mahasiswa dari berbagai negara atau universitas dan memperluas jaringan profesional dan budaya yang dapat bermanfaat di masa depan.