Percepat Penyelesaian Tesis, Mahasiswa Didorong Menguasai Metodologi dan Membangun Komunikasi dengan Pembimbing
Yogyakarta, 25 Juni 2026 — Percepatan penyelesaian tugas akhir mahasiswa program magister membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menulis. Penguasaan metodologi penelitian, pengelolaan waktu, konsistensi dalam mengembangkan ide penelitian, serta komunikasi yang baik dengan dosen pembimbing menjadi faktor penting agar proses penyelesaian tesis dapat berlangsung secara terarah.
Pesan tersebut mengemuka dalam Workshop “Percepatan Tugas Akhir: Klinik Metodologi Penyelesaian Tesis” yang dilaksanakan pada Kamis, 25 Juni 2026. Kegiatan menghadirkan Luqyana Azmiya Putri, mahasiswa program doktor bidang Education di Indonesian International Islamic University (UIII) sekaligus penerima beasiswa LPDP, sebagai narasumber. Luqyana merupakan lulusan magister UIN Sunan Kalijaga dan sarjana IAIN Kerinci serta aktif dalam publikasi ilmiah dan kegiatan editorial akademik.
Workshop membahas sejumlah aspek penting dalam persiapan dan penyelesaian tesis, mulai dari eksplorasi research interest, preliminary research, penyusunan proposal, komunikasi dengan dosen, literature review, hingga penelitian, analisis data, dan penulisan full draft. Tahapan tersebut dipetakan sejak semester pertama hingga semester keempat sehingga mahasiswa memiliki gambaran yang lebih sistematis mengenai target penyelesaian studi.
Dalam sesi metodologi penelitian, peserta diperkenalkan pada tiga pendekatan utama, yaitu kualitatif, kuantitatif, dan mixed methods. Pada penelitian kualitatif, pembahasan mencakup sejumlah desain seperti naratif, fenomenologi, grounded theory, etnografi, dan studi kasus. Setiap desain memiliki karakteristik dan fokus yang berbeda sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan pertanyaan dan tujuan penelitian.
Sementara itu, penelitian kuantitatif dipahami sebagai proses pengumpulan dan analisis data numerik dengan menggunakan statistik. Pendekatan ini dapat digunakan untuk menemukan pola, melihat kecenderungan angka, melakukan prediksi, menguji hubungan kausal, serta menggeneralisasi hasil penelitian kepada populasi yang lebih luas.
Peserta juga mendapatkan penguatan mengenai pemilihan teknik analisis statistik parametrik dan nonparametrik. Materi mencakup penggunaan t-test, ANOVA, Mann–Whitney, Kruskal–Wallis, korelasi Pearson dan Spearman, regresi, hingga chi-square. Pemilihan teknik analisis ditekankan perlu mempertimbangkan karakteristik data dan tujuan penelitian.
Selain aspek metodologis, workshop memberikan perhatian pada dimensi relasional dalam proses penyelesaian tesis. Dosen pembimbing tidak hanya diposisikan sebagai pihak yang memberikan arahan akademik, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pendukung mahasiswa dalam mengembangkan diri. Karena itu, mahasiswa didorong untuk membangun komunikasi yang terbuka, berani menyampaikan kondisi sebenarnya, serta menerima kritik dan feedback selama proses bimbingan.
Workshop ini menegaskan bahwa percepatan tugas akhir bukan berarti sekadar menyelesaikan tesis dalam waktu singkat, melainkan membangun proses penelitian yang terencana, realistis, dan berkelanjutan. Dengan pemahaman metodologi yang tepat, manajemen waktu, komunikasi yang sehat dengan pembimbing, serta kesiapan menerima masukan, mahasiswa diharapkan mampu mengelola perjalanan tesis secara lebih percaya diri hingga tahap penyelesaian.
Kegiatan ditutup dengan penekanan bahwa perubahan topik atau arah penelitian dalam proses studi merupakan sesuatu yang dapat terjadi. Mahasiswa perlu mampu beradaptasi tanpa kehilangan fokus terhadap target utama, yaitu menghasilkan penelitian yang memiliki dasar metodologis kuat dan dapat diselesaikan sesuai tahapan studi.