Mahasiswa Magister PAI Perkuat Perspektif Lintas Disiplin melalui Field Study di Pendidikan Kimia UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta, 16 Oktober 2026 — Program Magister Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, menyelenggarakan kegiatan field study di Program Studi Pendidikan Kimia jenjang sarjana (S1) pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan akademik mahasiswa melalui pengalaman langsung dalam lingkungan pendidikan tinggi yang berbeda bidang keilmuan.
Sebanyak empat mahasiswa Magister PAI, yaitu Adam Hadi, Royhan Ikhwan, Muhammad Rafif Said, dan Zulfa Uswatun Hasanah, mengikuti kegiatan field study di Program Studi Pendidikan Kimia. Penempatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman akademik lintas disiplin sekaligus memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai penyelenggaraan pendidikan, pengelolaan pembelajaran, dan pengembangan kompetensi akademik di perguruan tinggi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengamati praktik pendidikan secara langsung, mengembangkan kemampuan observasi, praktik mengajar dan komunikasi akademik, serta membangun keterampilan refleksi kritis dan penelitian. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal dalam meningkatkan profesionalisme mahasiswa, baik sebagai pendidik maupun sebagai peneliti di bidang pendidikan.
Membangun Dialog antara Pendidikan Agama dan Sains
Pengalaman belajar di lingkungan Program Studi Pendidikan Kimia memberikan ruang bagi mahasiswa Magister PAI untuk memahami pendidikan dari perspektif yang lebih luas. Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi dan keterampilan pembelajaran, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter, penguatan etika, serta tanggung jawab dalam mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan.
Dalam konteks ini, dialog antara Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Kimia membuka peluang untuk merefleksikan hubungan antara nilai-nilai keagamaan dan praktik ilmiah. Integritas akademik, kejujuran dalam penelitian, tanggung jawab terhadap pemanfaatan ilmu pengetahuan, serta kepedulian terhadap lingkungan merupakan sejumlah aspek yang dapat dikaji melalui perspektif kedua bidang keilmuan tersebut.
Perspektif lintas disiplin menjadi penting karena berbagai persoalan pendidikan kontemporer memerlukan pendekatan yang integratif. Mahasiswa tidak cukup hanya memahami persoalan berdasarkan bidang keilmuannya sendiri, tetapi juga perlu mengembangkan kemampuan untuk berdialog, berkolaborasi, dan mengambil pelajaran dari disiplin ilmu lain.
Kegiatan field study ini sekaligus memperkuat semangat integrasi-interkoneksi keilmuan yang menjadi bagian penting dari pengembangan akademik di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Melalui pengalaman belajar lintas program studi, mahasiswa diharapkan mampu membangun cara pandang yang terbuka, kritis, dan reflektif dalam memahami berbagai persoalan pembelajaran dan pendidikan.
Pengalaman yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat mendukung pengembangan kapasitas akademik mahasiswa, memperkaya perspektif dalam penyusunan karya ilmiah, serta memperkuat kesiapan mereka untuk berkontribusi dalam pengembangan pendidikan dan penelitian. Dengan demikian, field study tidak sekadar menjadi kegiatan observasi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran untuk menumbuhkan kolaborasi lintas disiplin, integritas ilmiah, dan komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Kontributor: Royhan Ikhwan