Mahasiswa S2 PAI Raih Penghargaan Best Presentation di Konferensi Internasional di Mekah
Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali mengukir prestasi membanggakan di kancah internasional. Kali ini, Diana Monita, mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam (PAI), berhasil meraih penghargaan Best Presentation dalam ajang International Conference on Language, Literature and Culture yang diselenggarakan di Mekah, Arab Saudi, pada 15-16 September 2024.
Konferensi yang dihadiri oleh para akademisi dan peneliti dari berbagai negara ini merupakan salah satu ajang bergengsi di bidang bahasa, sastra, dan budaya. Diana, yang berusia 25 tahun, mampu memikat perhatian dewan juri dan peserta konferensi dengan presentasinya yang berjudul "Understanding Character Education Values in Local Traditions: Ethnopedagogical Analysis of the Tabot Festival in Bengkulu, Indonesia."
Penelitian tentang Pendidikan Karakter dalam Tradisi Tabot
Dalam penelitiannya, Diana Monita menyoroti nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam Festival Tabot, sebuah tradisi tahunan yang diselenggarakan di Bengkulu, Indonesia. Tabot merupakan perayaan budaya yang memiliki akar sejarah yang mendalam, terkait dengan peringatan peristiwa Karbala. Festival ini bukan hanya sekadar ritual tradisional, tetapi juga mengandung nilai-nilai moral dan karakter yang penting untuk dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pendekatan etnopedagogi, Diana mengkaji bagaimana festival ini dapat menjadi media pembelajaran karakter bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Nilai-nilai seperti gotong royong, solidaritas, kesederhanaan, serta kecintaan terhadap budaya lokal menjadi inti dari penelitian ini. Diana menjelaskan bahwa tradisi lokal seperti Tabot memiliki peran penting dalam pembentukan identitas dan karakter masyarakat, sekaligus sebagai cerminan kekayaan budaya Indonesia.
Pengakuan Internasional dan Relevansi Penelitian
Dalam presentasinya di konferensi, Diana berhasil menyampaikan argumen-argumen kuat mengenai relevansi pendidikan karakter melalui tradisi lokal di era globalisasi saat ini. Presentasi Diana dinilai sangat komprehensif, dengan analisis mendalam yang tidak hanya mengangkat aspek budaya, tetapi juga menekankan pentingnya melestarikan dan mengajarkan nilai-nilai tradisional kepada generasi muda. Oleh karena itu, tidak heran jika ia mendapatkan penghargaan Best Presentation, sebuah penghargaan yang sangat bergengsi di ajang tersebut.
Diana mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. "Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung penelitian saya. Penghargaan ini tidak hanya milik saya, tetapi juga milik seluruh civitas akademika UIN Sunan Kalijaga dan masyarakat Bengkulu yang selalu menjaga tradisi Tabot," ujar Diana.
Harapan dan Dampak Penelitian
Prestasi yang diraih Diana Monita ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan penelitian-penelitian yang berbasis pada budaya lokal. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi pengembangan pendidikan karakter di Indonesia, khususnya melalui pendekatan etnopedagogi yang mengintegrasikan kearifan lokal dalam proses pendidikan.
Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Hj. Sumarni, M.Pd., turut memberikan apresiasi atas prestasi Diana. "Keberhasilan Diana dalam meraih penghargaan ini menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Sunan Kalijaga mampu bersaing di tingkat internasional. Penelitian Diana juga memperlihatkan betapa pentingnya memanfaatkan kearifan lokal dalam pendidikan, khususnya dalam membentuk karakter generasi muda yang berakar pada budaya bangsa," kata Prof. Dr. Hj. Sumarni, M.Pd.
Kontribusi bagi UIN Sunan Kalijaga dan Indonesia
Penghargaan yang diraih oleh Diana Monita tidak hanya mengharumkan nama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, tetapi juga membawa nama Indonesia di kancah internasional. Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi UIN Sunan Kalijaga sebagai salah satu perguruan tinggi Islam terkemuka di Indonesia yang terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, budaya, dan agama di tingkat global.
Ajang International Conference on Language, Literature and Culture menjadi wadah bagi para akademisi dari berbagai negara untuk berbagi hasil penelitian terbaru, mendiskusikan perkembangan ilmu pengetahuan, serta memperkuat jejaring akademik internasional. Partisipasi Diana dalam konferensi ini menunjukkan komitmen UIN Sunan Kalijaga dalam mendorong mahasiswanya untuk aktif terlibat dalam forum-forum ilmiah internasional, serta memperkaya kajian akademik dengan perspektif global yang berbasis pada kearifan lokal.
Dengan prestasi yang diraih ini, Diana berharap penelitiannya dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan karakter di Indonesia. "Saya berharap penelitian ini dapat membuka wawasan lebih luas tentang bagaimana tradisi lokal dapat berperan dalam pendidikan karakter dan bagaimana kita bisa menjadikannya sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya bangsa," pungkas Diana.